Kamis, 11 November 2010

Pemilihan Cung Dan Nduk Di Tuban.


 Setelah mengikuti audisi Cung dan Nduk selama bebera hari, Rabu malam, (10/11/2010) 20 peserta yang terpilih mengikuti Grand Final di gedung Budaya LokaTuban.
Dari jumlah tersebut, pemilihan Cung dan Nduk akhirnya dimenangkan oleh Fahri Raditia,(18), dan Inna Iswatun Nihayah,(18) dari SMA N 3 Tuban, yang pada kesempatan tersebut mendapat Piagam Penghargaan dari Budi Wiyana, Kepala Dinas Perokonomian dan Pariwisata kabupaten Tuban.
Selanjutnya, Cung dan Nduk yang terpilih dijadualkan akan mengikuti audisi Raka-Raki. Namun, sebelum pelaksanaan audisi, terlebih dahulu peserta akan dibekali pengetahuan yang cukup tentang pariwisata, budaya serta potensi kekayaan kabupaten Tuban,” terang Budi Wiyana.
Seperti diketahui, audisi Cung dan Nduk yang digelar Dinas Perokonomian dan Pariwisata berlangsung selama beberapa hari, dan diikuti oleh siswa dan pelajar se-kabupaten Tuban. Total yang mengikuti audisi sebanyak 90 orang.
Dalam ajang pemilihan tersebut, peserta harus mampu menjawab pertanyaan juri dengan menggunakan bahasa Jawa. Pertanyaan yang diajukan oleh Tim Juri, masih berkaiatan dengan pariwisata, budaya serta beberapa pengetahuan tentang kabupaten Tuban.
Fahri Raditia, pemenang Cung dalam ajang kompetisi ini tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Dikatakan, sebelumnya ia sama sekali tidak mengira bakal terpilih. ”Dengan kemenangan ini, saya merasa senang dan bersyukur. Semoga saya bisa membawa kota Tuban untuk mengikuti audisi Raka- Raki mendatang,” ungkapnya bangga.
Demikian juga dengan Inna Iswatun Hinayah, pemenang Nduk . Ia mengatakan, kesiapannya mengikuti audisi Raka-Raki. “Semoga saya bisa membawa kemenangan bagi kota Tuban tercinta,” ujarnya. (bd)

Ada Bunuh Diri Online Di Jepang.


Bunuh diri sembari merekam dan menyebarluaskannya di internet semakin mengkhawatirkan di Jepang. Kini ada kasus terbaru yang membuat pemerintah dan masyarakat Jepang tambah cemas. Bunuh diri 'online'.
Polisi menemukan jenazah seorang pria berusia 24 tahun, yang namanya dirahasiakan, di apartemennya di kota Sendai, bagian Utara Jepang pada Selasa (9/11) lalu. Polisi mendatangi apartemen pria itu setelah sejumlah warga membuat laporan.
Seperti yang diberitakan oleh harian Yomiuri Shimbun, Kamis (11/11), beberapa tetangga menelepon dan mengatakan bahwa pria nekat itu mencoba gantung diri dan akhirnya meninggal.
"Pada pukul 03.45 dinihari ia berusaha menggantung dirinya sendiri. Namun usahanya gagal karena langit-langit apartemennya roboh dan ia terjatuh," ujar seorang polisi.
Tak kehabisan akal, pria itu lalu menuju ke bagian lain apartemennya. Ia menggantungkan tali, naik ke bangku lalu mengaitkan lehernya di tali tersebut. Dan ia pun kehilangan nyawanya.
Semua adegan mengerikan itu terekam dengan jelas di kamera si pelaku. Pelaku itu memang sengaja meletakkan kameranya dalam kondisi terekam dan menghubungkannya ke jaringan internet. Ia melakukan semuanya seorang diri.
Video pria bunuh diri tersebut dapat dilihat secara 'live' di situs UStream. Namun pengelola situs tersebut menghapus rekaman bunuh diri itu setelah mendapat protes dari beberapa pengguna.
Di situs YouTube rekaman itu juga sempat beredar. Tapi dihapus tak lama setelah diupload.
Koran Sankei Shimbun membuat laporan bahwa pria itu sudah tak lagi bekerja sejak Agustus 2010 karena dipecat dari tempatnya bekerja di sebuah bank. Pria itu kemudian mengalami kesulitan ekonomi dan sempat mengutarakan niatnya untuk bunuh diri lewat sebuah komunitas di situs UStream

Senin, 08 November 2010

Pemuda Nyamar Tertangkap

— Seorang pemuda Asia menyamar sebagai lelaki tua kulit putih dengan menggunakan sebuah masker silikon dan berhasil naik pesawat dari Hongkong menuju Kanada.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu naik pesawat menuju Vancouver pada tanggal 29 Oktober, lapor Telegraph, Senin (8/11/2010). Beberapa kali dalam penerbangan itu, ia pergi ke kamar kecil dan mencopot maskernya, lalu muncul sebagai pria muda Asia.

Pihak berwenang mengatakan, mereka mendapat petunjuk berkat tangan pria itu, yang tampak terlalu muda dibanding bagian tubuhnya yang lain. Ia, pada awalnya, menyangkal penyamaran bergaya Mission Impossible-nya itu. Namun, kemudian mengakui tipu muslihat yang dilakukannya. Dia meninggalkan dua tas di bagasi pesawat, salah satunya berisi masker, yang digambarkan sebagai "kepala dari silikon dan topeng leher seorang pria Kaukasia tua".

Badan Layan Perbatasan Kanada mengatakan, "Orang itu melakukan penyamaran untuk mengelabui para petugas Layanan Perbatasan dan mereka mencatat bahwa ia sangat menyerupai seorang pria tua Kaukasia, lengkap dengan gerakan yang meniru seorang tua."

"Orang itu mengakui saat ini bahwa ia telah naik pesawat dengan mengenakan topeng dan telah mencopotnya beberapa jam kemudian."

Pernyataan itu menambahkan, saat pemeriksaan boarding pass sebelum naik ke pesawat, pria itu tercatat sebagai seorang warga AS berusia 55 tahun, kemudian menggunakan sebuah kartu frequent flier sebagai ID untuk naik ke pesawat.