berita


Dihajar Warga, Pemuda Mengaku Polisi Saat Meras Janda.
==================================================
Tuban,zonaberita.com- Apes menimpa, Sampuri, 27, Desa Minoharejo, Kecamatan Widang , Kabupaten Tuban dikereyok massa, setelah ia menipu wanita di warung. Dan meminta uang  Rp. 1.000.000 pukul 13.00 wib.selasa(13/9/2010).
Berdasarkan data yang dihimpun zonaberita.com dilapangan mengatakan, saat Siswati, 34,Desa Lohgong, Kecamatan Brondong ,Kabupaten Tuban didatangi seseorang  pria yang mengaku senagai Oknum Polisi. Dan memesan segelas kopi ,terus minta keluwar bareng .
Ironisnya, korban langsung mengatakan iya, dan langsung keluwar bareng dengan membawa uang Rp.1000.000 . Setalah dipertengahan hutan janda itu langsung ditodong mengunakan sabit.“saya ngak tahu kenapa langsung mau. Mungkin saya digendam, kok saya langsung keluwar sama dia’”ujarnya.
Setalah dimintai uang oleh tersangka, korban langsung dilepasakan ditengah  hutan ,tepatnya dihutan Widang. Korban yang ketakutan,  langsung melapor ke urang tua dan warga kampungnya ,”saya langsung minta bantuan orang banyak”,tambah janda anak satu itu.
Mendengar peristiwa tersebut, ayah korban, Hj.Kasmadi dan warga Lohgong langsung menuju ke hutan, untuk menemui tersangka . Sesampai di hutan, tersangka sedang membakar jagung,”saat itu warga dan saya langsung menghakimi di tempat. Dikarenakan kesal dengan tingkah tersangka itu”,ujarnya dengan nada geram.
Setalah tubuhnya lemah dan mukanya penuh darah , tersangka langsung dilaporkan ke oknum kepolisian, untuk menindak lanjuti tingkah yang meresahkan warga itu.
Polisi yang mendengar informasi itu. Langsung menuju ke lokasi ,untuk membawa tersangaka ke RSUD.Dr, Koesma Tuban. Dikarenakan seluruh badanya perlu pengobatan.
Tersangka saat diwawancarai mengatakan, ia memeras  mengunakan sabit dan celurit,”ya saya paksa,karena saya mengaku polisi ,”katanya saat diperiksa,. dengan tubuh yang  yang penuh darah. Setalah pengobatan , tersangka langsung dilarikan ke Polres Tuban guna di data.
Kabag Humas Polres Tuban, AKP, Noersento membenarkan kalau tersangka meminta uang dengan cara paksa,”saat itu ,korban di hipnotis, setelah sadar dihutan , korban langsung dimintai uang,”ujarnya.(pam/isp).